Senin, 31 Oktober 2011

sejarah the jak mania

The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.

Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut. Ide ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Bang Yos (sapaan akrabnya)sangat menyukai sepakbola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung atau suporter.

Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok paling ideal disaat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.

Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.

Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.

Lelaki tinggi, tampan dan sarjana lulusan ITI Serpong inilah yang memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Dibawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.

Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga pada Pra Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah (Korwil).

Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.

persija cup

JakOnline-Pembukaan Persija Cup 2011 yang berlangsung di Stadion Soemantri Brodjonegoro hari Minggu (30/10) berlangsung meriah. Acara yang menjadi program kerja dari PT. Persija Jaya Jakarta seperti menjadi ajang reuni keluarga besar Persija yang selama ini jarang terjadi. Selain partai pembukaan Pos Indonesia melawan PSAD, juga ada pertandingan eksebisi antara Persija Star melawan Selebritis FC.




Persija Star diisi oleh mantan-mantan pemain Persija dan juga beberapa mantan pemain nasional yang sekarang berkecimpung di dalam klub-klub Persija. Persija Star diperkuat oleh Adityo Darmadi, Didik Darmadi, Aji Ridwan Mas, Peri Sandria, Simson Rumahpasal, Kamarudin Betay, Berti Tutuarima, Reva Deddy Utama, Hasan Tuarea, Tonny Tanamal, dan beberapa pengurus PT Persija Jaya Jakarta. Sedangkan Selebriti FC diperkuat oleh Gusti Randa, Vicky Notonegoro, Ibnu Jamil dan juga salah satu mantan pemain Persija, Benyamin Leo Betty.



Selain itu hadir pula Walikota Jakarta Pusat, Bapak Drs. Saefullah, M.Pd. Yang turut memeriahkan pertandingan eksebisi ini, bahkan satu gol dari dua gol yang diciptakan oleh Persija Star dicetak oleh Bapak Saefullah, satu gol lagi diciptakan oleh Kamarudin Betay. Persija Star walau sudah berumur tetapi kemampuan mereka masih ada.

Setelah pertandingan eksebisi ini, langsung diadakan upacara pembukaan Persija Cup 2011 yang akan memperebutkan Piala Walikota Jakarta Pusat. Ferry Paulus sebagai Presiden Persija mempertegaskan bahwa adanya turnamen ini adalah untuk mencari bakat-bakat muda yang ada di internal Persija. “ Tujuan dari turnamen ini adalah sebagai ajang mencari pemain-pemain muda yang akan menjadi bintang dari internal Persija, terlebih lagi nanti akan ada pertandingan kompetisi U-21 dan U-19 yang akan berlangsung.” tegas Ferry Paulus di saat acara pembukaan.



Selain itu Bapak Walikota dalam sambutannya juga berharap, turnamen ini akan menjadi ajang pencarian bibit sepakbola terutama di lingkungan Jakarta Pusat. Seperti diketahui saat ini Persija jarang sekali mengambil pemain dari internalnya, di turnamen ini diharapakan oleh banyak pengurus Persija bisa menghasilkan pemain dari produk Persija sendiri.

Selain itu Persija Cup menjadi ajang silaturahmi dan membangun kembali semangat kekeluargaan khas Persija yang mulai memudar pada masa ini, “Persija harus kembali ke khitah” ungkap Benyamin Leo Betty, salah satu pengurus PS P.O.P yang juga panitia pelaksana turnamen dan mantan pemain Persija.



Upacara pembukaan ini juga diikuti oleh perwakilan dari klub-klub Persija yang ikut Persija Cup 2011, yang menarik hadirnya klub-klub Persija yang sempat dibekukan seperti PS Mahasiswa, MBFA FC dll juga ikut ambil serta dalam turnamen ini.



Turnamen ini berlangsung sebulan penuh dengan mengambil tempat turnamen di Lapangan Petak Sin Kian dan Lapangan Rawasari atau Lapangan Banteng. Turnamen ini juga menjadi ajang kesiapan klub-klub Persija yang nantinya juga akan berkompetisi di Kompetisi Persija yang akan berlangsung setahun penuh, dan tentunya sebagai sarana pembinaan dan sarana berkompetisi para pemain yang tergabung di klub-klub Persija.



Selebritis FC kalahkan Persija Star

Sebelumnya pertandingan Persija Star melawan Selebritis FC berlangsung sangat seru, Persija Star berisi mantan-mantan pemain Persija dan juga pengurus PT Persija Jaya Jakarta. Persija Star di babak pertama bermain dengan sangat baik, Peri Sandria mantan pemain nasional yang sekarang menjadi pelatih klub anggota Persija, PS Tunas Jaya masih menunjukan tajinya sebagai striker yang pernah merajai arena Galatama dan Liga Indonesia, lalu juga gerakan lincah dari Patar Tambunan dan Reva Dedy Utama masih bisa ditampilkan secara maksimal, Adityo Darmadi striker jempolan Persija di era 80an juga tampil padu dengan Peri Sandria, di sektor belakang Tonny Tanamal tidak terbantahkan lagi dan masih menunjukan kelasnya sebagai pemain bertahan yang elegan, begitu juga dengan Didik Darmadi dan Berti Tutuarima yang diplot sebagai kiper dadakan.



Selebritis FC yang juga banyak diisi oleh artis-artis dan juga mantan pemain Persija seperti Budi Tanoto dan Benyamin Leo Betty juga tampil bagus, tapi pada awal babak serangan-serangan Selebritis FC banyak patah di kaki Tonny Tanamal dan Didik Darmadi.

Baru pada babak kedua Selebritis FC bisa mencuri gol, bahkan bisa membuat Persija Star ketinggalan 0-2, di babak kedua penyerang explosive Kamarudin Betay masih menunjukan taji-nya, meliuk-liuk diantara pemain belakang Selebritis FC yang dikawal oleh Rendra Soedjono.

Kamarudin Betay menciptakan gol indah buat Persija Star dari tendangan bebas dan memperkecil ketinggalan Persija Star menjadi 1-2. Pada babak kedua ini, Walikota Jakarta Pusat, Bapak Saefullah juga turut bermain di tim Persija Star dan berhasil mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. tapi tidak berselang lama, Selebritis FC kembali unggul setelah pemainnya membobol gawang Persija Star yang masih dikawal Berti Tutuarima.

Hasil pertandingan ini berkesudahan 3-2 untuk Selebritis FC, nampak sekali di pertandingan ini para pemain Persija Star dan juga Selebriti FC bermain sangat santai, khusus untuk mantan-mantan pemain Persija, mereka masih bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Pertandingan eksebisi ini pun seperti ajang reuni kembali para mantan pemain Persija dari berbagai era,selain itu mereka juga bisa bernostalgia dengan klub-klub anggota Persija yang dulu mereka bela   di kompetisi Persija. Semangat kompak dan kekeluargaan ini yang coba kembali di bangun oleh Persija.

Pertandingan pembuka, PSAD berhasil kalahkan Pos Indonesia

Pertandingan pembuka Persija Cup 2011 antara PSAD melawan Pos Indonesia berjalan ketat dan keras, pertandingan babak pertama kedua kesebelasan saling jual beli serangan tetapi kesigapan lini belakang kedua tim memaksa kedua tim bermain seri pada babak pertama.



PSAD memang terlihat lebih mendominasi jalannya pertandingan, mereka terlihat bermain lebih rapi daripada Pos Indonesia, tetapi Pos Indonesia bukannya tanpa serangan, mereka juga berkali mengancam gawang PSAD yang dikawal oleh Ian Hardianto. PSAD juga diperkuat oleh Teuku Ariansyah yang juga pernah membela Persija U-18 diajang Piala Suratin.

Pada babak kedua PSAD berhasil mencuri gol yang dicetak oleh Galuh, bola crossing dari pemain sayap PSAD berhasil dimanfaatkan oleh Galuh yang tidak terkawal di depan gawang Pos Indonesia.

Setelah tertinggal, Pos Indonesia meningkatkan serangan, beberapa kali tendangan pemain Pos Indonesia membahayakan gawang PSAD, salah satunya membetur tiang.



Skor 1-0 untuk PSAD bertahan sampai babak kedua berakhir dan sekaaligus menutup rangkaian acara pembukaan Persija Cup 2011 yang selanjutnya akan digelar di lapangan Petak Sin Kian UMS dan Lapangan Arcici Rawasari atau Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. (GRY/JO)