Rabu, 14 Desember 2011

tiba di Jakarta, Persija bersiap digenjot latihan

JakOnline- Setelah sukses merebut poin 3 saat menjalani partai awaynya melawan Persiram Raja Ampat di Lamongan, Persija bersiap menghadapi partai selanjutnya melawan Sriwijaya FC, Minggu 18 Desember 2011, di Stadion Jakabaring, Palembang.
Senin 12/12 sore Persija telah tiba di Jakarta, biasanya sepulang dari tur pemain diistirahatkan sehari, tapi kali ini pemain tidak mendapatkan libur, karena jadwal pertandingan selanjutnya sudah menunggu. Selasa 13/12 Persija menggelar latihan sore hari pukul 15.00 sampai selesai di Gor Ciracas, Jakarta Timur. 
Saat Crew Jak Online menghubungi via telepone, Coach Iwan mengatakan, kondisi team menjelang laga melawan Sriwijaya FC, Precious dipastikan absen karena akumulasi kartu,  posisi Precious sendiri, kami masih mempunyai Nanak atau Syahroni yang akan kami liat kondisi terakhir siapa yang akan ditandemkan dengan Fabiano.
Selain itu kondisi Bambang Pamungkas yang masih belum 100% fit masih akan terus dipantau perkembangannya. Makanya dipertandingan terakhir melawan Persiram ketika sudah leading cukup jauh dengan Persiram Bepe saya tarik keluar untuk menjaga kondisinya. 
Terakhir, kondisi Oktavianus yang masih akan ditunggu pada saat dia latihan apakah kondisinya siap untuk diturunkan pada saat melawan SFC
 "Hasil kemenangan melawan  melawan Persiram sangat kami syukuri, dan ini bisa menjadi bekal saat menghadapi Sriwijaya FC di laga selanjutnya, dan semoga mendapatkan hasil yang lebih baik lagi, "pungkas Coach Iwan Setiawan

Hajar Persiram, Persija ke puncak klasemen


Cetak E-mail

Jak Online – Macan Kemayoran mengamuk, dalam lanjutan ISL Persija menghajar 6 gol tanpa balas tuan rumah Persiram Raja Ampat di Stadion Surajaya Lamongan. 
Bermain menurunkan pemain-pemain terbaiknya, Persija sejak awal peluit wasit dibunyikan langsung menyerang team tuan rumah Persiram. Serangan demi serangan akhirnya mampu membobol gawang Persiram yang dikawal Herman Batak dimenit ke 18 oleh Robertino memanfaatkan kemelut didepan gawang Persiram
Hanya berselang 5 menit kemudian Bambang Pamungkas menambah koleksi gol Persija memanfaatkan umpan terukur dari Johan Juansyah.  Menit ke 25 Johan Juansyah menutup skor 3-0 dibabak pertama melalui golnya dengan menendang bola ke sudut kanan jauh gawang Persiram.
Unggul 3 bola di babak pertama tidak mengendurkan semangat anak asuh Iwan Setiawan ini, Ramdani Lestaluhu membuka gol pertama di babak kedua melalui sundulan dari umpan matang Johan Juansyah dimenit ke 56, setelah mencetak gol Ramdani melakukan selebrasi gol dengan menunjuk logo Persija di jersey yang dikenakan dengan menyertakan satu angka, yang mungkin mengartikan Persija cuma satu.
Ismed Sofyan dengan spesialisasi tendangan bebas melengkungnya berhasil menambah gol untuk Persija di menit ke 61, pesta gol Persija dipertandingan tersebut ditutup oleh gol Rahmat Affandi dimenit ke 82 dengan tendangan memanfaatkan umpan dari Ramdani Lestaluhu.
Dengan kemenangan ini, Persija untuk sementara ada di posisi puncak klasemen ISL, poin 7 dari 3 kali pertandingan, 2 kali menang, 1 kali seri, memasukan 7 gol, dan kemasukan 0 gol. Senin 12/12 siang pukul 13.05 Persija kembali ke Jakarta.

Sabtu, 26 November 2011

Daftar Pemain, Pelatih, dan Official Persija Jakarta musim 2011-2012

JakOnline- Berikut daftar nama pemain, pelatih dan official Persija Jakarta musim 2011-2012 :

Galih Sudaryono nomor punggung 1
Emuejeraye Precious nomor punggung 2
Soleman Lubis nomor punggung 3 
Fahreza Agamal nomor punggung 4
Abdul Tommy nomor punggung 6
Ramdani Lestaluhu nomor punggung 7 
Rudi Setiawan nomor punggung 9
Robertino Pugliara nomor punggung 10
Alan Martha nomor punggung 11
Hasim Kipuw nomor punggung 13
Ismed Sofyan nomor punggung 14  
Fabiano Beltrame nomor punggung 15 
Delton Stevano Wohon nomor punggung 17 
Octavianus nomor punggung 18 
Johan Juansyah nomor punggung 19
Bambang Pamungkas nomor punggung 20  
Amarzukih nomor punggung 21
Bagus Djiwo Noor Cahyo nomor punggung 22
Leo Saputra Jacobs nomor punggung 23
I Wayan Gangga Mudana nomor punggung 24 
Pedro Javier nomor punggung 25
 Andritany Ardyasa nomor punggung 26
Rachmat Affandi nomor punggung 27
A.A Ngurah Wahyu T nomor punggung 28 
Adixi Lenzivio nomor punggung 29
Saronih nomor punggung 35 
Ahmad Ihwan nomor punggung 42
Arif Dwi Wicaksono nomor punggung 90

Daftar Pelatih dan Official Persija

Iwan Setiawan, 
Sudirman, 
Miftahudin, 
Haryono, 
dr.Nanang Tri Wahyudo, 
Agus Sugeng Riyanto, 
Umar Bowi, 
Amudi Saripudin, 
Muhammad Mansyur (JO)

jadwal persija 2011-2012

JakOnline-Komitment Persija Jakarta untuk mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) sudah mantap, seperti yang telah disampaikan oleh ketua umum Persija, Bp. Ferry Paulus, yang menyatakan Persija resmi mengikuti kompetisi ISL yang akan dikendalikan oleh PT. Liga Indonesia, sesuai dengan hasil kongres di Bali pada Januari 2011 yang lalu, PT. Liga Indonesia sendiri pada Minggu, 20/11, telah menyelenggarakan manager meeting dengan klub-klub peserta ISL bertempat di Hotel Borobudur

Peserta Liga Super Indonesia (ISL):
1. Persib Bandung
2. Persija Jakarta
3. Pelita Jaya
4. Persisam Samarinda 
5. Persiba Balikpapan
6. Sriwijaya FC
7. Persipura Jayapura
8. PSPS Pekanbaru
9. Deltras Sidoarjo
10. Persela Lamongan
11. Arema Indonesia
12. Persidafon
13. Mitra Kukar FC
14. Persiwa Wamena
15. PSMS Medan
16. PSAP Sigli
17. Persiram Raja Ampat
18. Gresik United

*Empat tim terakhir, Gresik United, Persiram, PSMS, dan PSAP mengikuti ISL 2011/12 berdasarkan hasil yang mereka peroleh pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/11.

Keempat tim ini menggantikan Persiraja Banda Aceh, Persiba Bantul, Semen Padang, dan Persijap Jepara yang memilih ikut Liga Prima Indonesia (IPL) di bawah pengelolaan PT LPIS.

Draft Jadwal Kompetisi Persija ISL 2011-2012

Kamis 1 Desember 2011 PERSIJA vs Deltras
Senin 5 Desember 2011 PERSIJA vs Persidafon
Minggu 11 Desember 2011 Persiram vs PERSIJA
Senin 19 Desember 2011 Sriwijaya FC vs PERSIJA
Kamis 5 Januari 2012 PERSIJA vs Mitra Kukar
Senin 9 Januari 2012 PERSIJA vs Persisam
Minggu 15 Januari 2012 PSPS Pekanbaru vs PERSIJA
Senin 23 Januari 2012 Pelita vs PERSIJA
Minggu 29 Januari 2012 Persib vs PERSIJA
Jumat 3 Februari 2012 PERSIJA vs Persiwa 
Selasa 7 Februari 2012 PERSIJA vs Persipura
Rabu 15 Februari 2012 Persela vs PERSIJA
Minggu 19 Februari 2012 Arema vs PERSIJA
Senin 5 Maret 2012 PERSIJA vs Persiba
Senin 12 Maret 2012 PERSIJA vs Gresik United 
Senin 26 Maret PSMS Medan vs PERSIJA
Kamis 29 Maret 2012 PSAP Sigli vs PERSIJA
 
 PUTARAN KEDUA

 Senin 16 April 2012 PERSIJA vs PSMS Medan 
 Kamis 19 April 2012 PERSIJA vs PSAP Sigli
 Minggu 29 April 2012 Gresik United vs PERSIJA
 Kamis 3 Mei 2012 Persiba vs PERSIJA
 Minggu 13 Mei 2012 PERSIJA vs Persela
 Kamis 17 Mei 2012 PERSIJA vs Arema
 Selasa 29 Mei 2012 Persiwa vs PERSIJA
 Sabtu 2 Juni 2012 Persipura vs PERSIJA
 Minggu 10 Juni 2012 PERSIJA vs Persib
 Kamis 14 Juni 2012 PERSIJA vs Pelita
 Senin 25 Juni 2012 PERSIJA vs PSPS Pekanbaru
 Sabtu 30 Juni 2012 Mitra Kukar vs PERSIJA
 Rabu 4 Juli 2012 Persisam vs PERSIJA
 Minggu 15 Juli PERSIJA vs Persiram
 Kamis 19 Juli 2012 PERSIJA vs Sriwijaya FC
 Rabu 25 Juli 2012 Deltras vs PERSIJA
 Minggu 29 Juli Persidafon vs PERSIJA (JO)
 
*jadwal sewaktu-waktu bisa berubah

83 tahun persija

JakOnline- 28 November 1928 berdiri klub dengan nama awal Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ) Klub yang juga turut serta dalam lahirnya organisasi sepakbola Indonesia (PSSI), 83 tahun sebuah umur yang tidak bisa dianggap sedikit, perjalanan panjang klub dengan pemegang gelar juara terbanyak di Indonesia dari era Perserikatan, hingga era Liga Indonesia saat ini total 10 gelar juara sudah diraih

Tahun ini perayaan hari jadi Persija menjadi begitu special, rangkaian kegiatan telah disusun untuk lebih memeriahkan acara. Mulai dari launching jersey, penandatangan simbolik pemain dan sponsor, hingga acara music dihelat. 

Berikut rangkaian acara ulang tahun Persija #83thPersija :

Hari Kamis 24/11/2011 : Launching jersey PERSIJA 2011-2012, tanda tangan simbolik dengan sponsorhip, serta konfrensi Pers "Satu Jakarta Satu” Acara ini khusus PERS/Media dan Internal PERSIJA tempat : The Only One Club FX Senayan lantai 5 pukul 13.00- 15.00, akan dihadiri oleh Ferry Paulus ketua umum Persija, Ayah Riko ketua umum The Jakmania, dari pemain Bambang Pamungkas, Andritany, Ramdani Lestaluhu, Hasim Kipuw, Precious.

Hari Jumat 25/11/2011 : acara social, salat jumat berjamaah di panti asuhan, dan pembagian sumbangan 83 karung beras, 83 karton minyak goreng, 83 Tiket VIP Barat/Timur ke panti asuhan 
Sabtu 26/11/2011 : Kirab, konvoi dan kampanye simpatik seluruh supporter Persija pukul 13.00-17.00 Wib, rute konvoi dimulai dari Taman Menteng menuju Balaikota dilanjutkan ke Bundaran HI  dan berakhir di Plaza Utara SUGBK

Minggu 27/11/2011 acara dimulai dari pukul 07.00-00.01 sosialisasi #SavePersija Persija Football Expo, (Bazzar,dan Pameran). Dilanjutkan dengan fun match 83 anak kecil vs 11 pemain Persija, setelah itu digelar pertandingan Trofeo Tim melibatkan 3 Team Persija vs PSMS vs SFC kick off pukul 15.00. Seusai pertandingan, digelar acara Persija Fans Music Fiesta (Panggung musik), dan Pesta Kembang Api hingga pukul 00.01

Senin 28/11/2011 Mengadakan acara doa bersama, potong tumpeng, dan makan siang bersama di Mess Persija (Internal Persija)

Senin, 14 November 2011

Surat Terbuka : Pemilik PERSIJA Menggugat...!!!!!!!

Cetak E-mail
masih adakah kejujuran di PSSI..?

Jakarta, 30 Oktober 2011
Tulisan ini bermula ketika kejujuran dikalahkan kekuasaan, ketika kebenaran tertimbun materi dan ketika sepakbola dijadikan politik oleh para petingginya.
PERSIJA JAKARTA siapa yang tak kenal tim kebanggaan ibukota ini? Tim yang telah memiliki sejarah sejak tahun 1928. Tim berjuluk Macan Kemayoran kebanggaan warga Jakarta dan 30 klub anggota Persija sebagai pemilik serta Jakmania sebagai pendukung fanatiknya.

Saat ini, tim itu sedang tertimpa masalah, masalah yang entah kapan terungkap kebenarannya. Hadi Basalamah telah mengusik Macan kami yang telah mengganggu dan kini ia merebut paksa “Macan” itu dari kami.

Dualisme Persija masalah yang datang seiring dengan pergantian kepengurusan PSSI yang baru.

Di musim kompetisi 2011/2012 ini ada dua PT yang mendaftar sebagai administrator Persija. PT Persija Jaya Jakarta yang dipimpin Ferry Paulus dan PT. Persija Jaya yang diakui oleh Hadi Basalamah.

Seperti yang kita ketahui bersama, Ferry Paulus adalah Ketua Umum Persija periode 2011-2015 hasil kongres (RUA) tanggal 30 Juli 2011 yang disaksikan dan disahkan oleh wakil Sekjen PSSI Bapak Tondo Widodo dan Dinas Olah Raga, Pemprov, Pemda dan para sesepuh PERSIJA serta The Jakmania yang turut menyaksikan demokratif dan keabsahan pemilihan tersebut.

Keabsahan Ferry Paulus sebagai Ketua Umum, juga diresmikan oleh Pemda yang dibuktikan dengan surat keputusan Pemerintah Kotamadya Jakarta Pusat . Sekaligus sebagai Direktur Utama PT. Persija Jaya Jakartahasil RUPS tanggal 9 Agustus 2011.

Itu berarti Ferry Paulus-lah yang berhak mengelola Persija, didukung hasil verifikasi AFC dan PSSI sendiri yang memberi nilai kepada PT. Persija Jaya Jakarta (PJJ) FP meraih poin 90,1 poin dan PT. Persija Jaya (PJ) HB 11 poin. Maka PT. Persija Jaya Jakarta-lah seharusnya yang lolos.

Tapi apa nyatanya..?? PSSI yang menentukan hasil verifikasi Persija seakan dibutakan oleh hal-hal yang berbaui kekuasaan, materi dan terkesan dipaksakan.

PSSI telah mengeluarkan keputusan sepihak yang menentukan bahwa PT Persija Jaya pimpinan Hadi Basalamah-lah yang dimenangkan verifikasi, merekalah yang akan memimpin Persija musim ini.

Kemudian PT. Persija Jaya pun DIBUBARKAN oleh pemiliknya (30 club anggota Persija) pada hari Jumat, 21 Oktober 2011 seiring telah diterimanya saham para direksinya (yang diserahkan oleh direktur utama komisaris utama yang didampingi direksi lainnya) karena PT tersebut telah disalah gunakan oleh Bambang Cipto, cs (salah satu pengurusnya saat itu) yang sesungguhnya PT tersebut telah dibekukan oleh ketuam umum terdahulu Toni Tobias dan BLI pada musim kompetisi 2009-2010.

Wahai PSSI..!!!!
Persija yang benar adalah Persija yang telah memiliki sejarah. Persija yang pernah menjadi juara Liga tahun 2001. Persija yang didukung oleh suporter militannya, The Jakmania, Persija yang di dalamnnya ada Bambang Pamungkas sebagai icon, Persija yang sah tanpa ada rekayasa dan kebohongan. Bukan Persija yang pemainnya Jakarta FC salin baju, bekas LPI yang tak memiliki sejarah dengan pemain dadakan yang diambil dari kompetisi seumur jagung yang hanya berjalan setengah musim.

Dimanakan hati nurani para petinggi-petinggi itu...? Apakah sebenarnya mereka sadar yang mereka lakukan telah berdampak sangat besar terhadap pesepakbolaan Indonesia dan merugikan banyak pihak..! Kami disini tidak akan tinggal diam. Tak akan pernah membiarkan macan kami direbut begitu saja oleh Mafia. Pihak yang hanya mementingkan diri sendiri demi kekuasaan, popularitas, bisnis, politik dan dendam, sehingga menghalalkan segala cara meski harus merampok Persija dan dibenci masyarakat Jakarta.

Jika PSSI tidak bisa lagi merubah keputusan itu, jika kalian para petinggi yang terhormat masih tetap yakin dengan keputusan yag menurut kalian itu benar, entah dinilai dari segi apanya..?

Maka kami tidak akan pernah berhenti. Kami akan terus berjuang demi menyelamatkan MACAN kami dari para perampok yang tidak punya malu itu dan menyelamatkan sepakbola Indonesia.

Sudah seburuk inikah sepakbola yang ada di Indonesia? Sudah separah inikah para pengurus sepakbola negeri ini? Sampai kebenaran pun rasanya susah sekali terungkap, hanya karena materi, hanya karena kesuksesan. Apakah tak ada lagi yang bisa menjunjung tinggi kejujuran dan profesionalisme? Sungguh miris sekali bangsa ini memiliki para pemimpin seperti mereka... Sungguh ironis ketika negara yang kita cintai ini telah dihuni Mafia di beberapa aspek kehidupan, ada Mafia KASUS ada mafia PAJAK dan kini lahir MAFIA BOLA (legalitas).

Jika ini yang mereka mau, mari kawan kita rapatkan barisan....
Untuk membantu temukan kebenaran. Jangan kebohongan ini terus berjalan dan tak akan kami biarkan Macan kami hilang. Kami pun tak akan tinggal diam dan pasrah menunggu keputusan. Semua tahu, keadilan harus ditegakkan, kami yakin kebenaran akan terungkap.

Yang benar akan keluar sebagai pemenang, yang salah tunggu kehancuran.

Oleh karenanya Deklarasi 30 Club Pemilik Persija lahir...!

Dengan ini kami 30 Club anggota Persija selaku pemilik Persija (mewakili warga Jakarta)

MENGGUGAT

•    Kepada sdr. Bambang Cipto cs. Untuk tidak menggunakan nama Persija termasuk logo dan bintangnya.
Silahkan kalian ikut berkompetisi, kami tidak melarang dan mengganggunya. Tapi jangan pernah memakai nama PERSIJA tanpa seijin kami.
Kami haramkan siapapun yang menggunakan nama, logo dan bintang Persija, kecuali kami yang berhak.
Persija tidak mungkin ada dua, Persija hanya satu.

Minggu, 13 November 2011

update pemain persija

Berikut Update Terbaru Daftar Pemain Persija :

Pemain Lokal :
- Bambang pamungkas
- Ismed sofyan
- Ramdani lestaluhu
- Dirga lasut
- Johan juansyah
- Ngurah nanak
- Andritany (GK)
- Galih sudaryono (GK)
- Rahmat affandi
- Bagus jiwo (GK)
- Leo saputra
- Oktavianus
- Amarzukih
- Hasyim kipuw
- Gangga Mudana
- Anggo Julian
- Saronih
- Alan Martha

Pemain asing :
- Robertino Pugliara (Playmaker) Argentina
- Fabiano Beltrame (Center back) Brazil
- Pedro Javier (Striker) Paraguay

ditambah ke delapan pemain dari tim persija dari u21, dan tim internal Persija :
1. Adixi Lenzivio dari Menteng FC/Persija U-21
2. Arief Dwi dari MC Utama/Persija U-21
3. Delton Stevano dari PS Tunas Jaya/Persija U-21
4. Fahreza Agamal dari PS Tunas Jaya/Persija U-21
5. Abdul Tommy dari PS Tunas Jaya/Persija U-21
6. Sulaiman dari PS Mahasiswa
7. Rudi Setiawan dari Villa 2000/Pra-PON DKI
8. Achmad Ikhwan dari Villa 2000/Pra-PON DKI

Sajete Sasaji

Jumat, 04 November 2011

uji coba

Ujicoba : Persija Imbang 2-2 Dengan Arema Cetak E-mail
Ditulis Oleh admint   
Thursday, 03 November 2011
JakOnline-Partai ujicoba antara tuam rumah Arema yang berhadapan dengan Persija Jakarta, Kamis, 3/11, berakhir dengan skor sama kuat 2-2, Laga uji coba yang dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang ini berjalan dengan seru. Supporter Aremania dan sejumlah pewakilan supporter The Jakmania, yang diantaranya Jak Malang, Jak Nganjuk, SurabaJak dan daerah sekitarnya yang turut menyaksikan laga uji coba ini yang menempati tribun Kanjuruhan dengan harga tiket VIP seharga Rp. 25.000.- dan untuk kelas ekonomi seharga Rp. 10.000.- Posisi line up Arema yang dihuni oleh pemain-pemain muda dibawah Pelatih Kepala Joko Susilo. Skuad Arema terdiri dari Juni Irawan, Eric Lee, Doni Soveri, Nurul, Dwi Firmansyah, Abel Clelo, Darsono, Catur, Dian, serta Beni dan Varney. Sementara komposisi pemain Persija dipercayakan pada Galih, Precious, Fahreza Agamal, Amarzukih, Gamerondia, Gangga Mudana, Alan Martha, Robertino, Rudi Setiawan, Anggo Julian & Pedro Javier.
Persija berhasil unggul lebih dulu, melalui gol yang dicetak Pedro Javier, setelah itu skor berunah 1-1 setelah Beni Kristian berhasil menjebol gawang Persija melalui titik penalty, Persija berhasil memimpin skor kembali setelah Anggo Julian, membawa keunggulan 2-1 di menit 33 dan skor tetap tidak berubah hingga turun minum babak pertama. Di babak kedua, Arema berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui tendangan keras Marcio Souza dimenit 72 yang tercipta lewat tendangan bebas di luar kotak penalty, skor ini tetap tidak berubah hingga peluit panjang babak kedua berbunyi. Direktur Teknik Persija, Iwan Setiawan mengatakan, laga uji coba kali ini untuk melihat kematangan fisik para pemain Persija. Setelah ujicoba ini, informasi yang berhasil diterima Jak Online, Persija akan tetap di Malang hingga tanggal 7 November 2011 sebelum berpindah ke kota Gresik untuk bersiap mengikuti Tournament Inter Island Cup 2011 yang rencananya, akan dimainkan di Stadion Surajaya, Lamongan, bersama dengan Persipura Jayapura & PSPS Pekanbaru yang akan dimainkan pada tanggal 9 November 2011.(JO)

We Are The Champions – Queen Lyrics & Listen

We Are The Champions – Queen Lyrics & Listen

Senin, 31 Oktober 2011

sejarah the jak mania

The Jakmania berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Menteng. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.

Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut. Ide ini muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Bang Yos (sapaan akrabnya)sangat menyukai sepakbola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali sepakbola Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung atau suporter.

Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat. Gugun Gondrong merupakan sosok paling ideal disaat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.

Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.

Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief. Ia lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.

Lelaki tinggi, tampan dan sarjana lulusan ITI Serpong inilah yang memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Dibawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.

Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga pada Pra Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah (Korwil).

Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Sdr. Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.

persija cup

JakOnline-Pembukaan Persija Cup 2011 yang berlangsung di Stadion Soemantri Brodjonegoro hari Minggu (30/10) berlangsung meriah. Acara yang menjadi program kerja dari PT. Persija Jaya Jakarta seperti menjadi ajang reuni keluarga besar Persija yang selama ini jarang terjadi. Selain partai pembukaan Pos Indonesia melawan PSAD, juga ada pertandingan eksebisi antara Persija Star melawan Selebritis FC.




Persija Star diisi oleh mantan-mantan pemain Persija dan juga beberapa mantan pemain nasional yang sekarang berkecimpung di dalam klub-klub Persija. Persija Star diperkuat oleh Adityo Darmadi, Didik Darmadi, Aji Ridwan Mas, Peri Sandria, Simson Rumahpasal, Kamarudin Betay, Berti Tutuarima, Reva Deddy Utama, Hasan Tuarea, Tonny Tanamal, dan beberapa pengurus PT Persija Jaya Jakarta. Sedangkan Selebriti FC diperkuat oleh Gusti Randa, Vicky Notonegoro, Ibnu Jamil dan juga salah satu mantan pemain Persija, Benyamin Leo Betty.



Selain itu hadir pula Walikota Jakarta Pusat, Bapak Drs. Saefullah, M.Pd. Yang turut memeriahkan pertandingan eksebisi ini, bahkan satu gol dari dua gol yang diciptakan oleh Persija Star dicetak oleh Bapak Saefullah, satu gol lagi diciptakan oleh Kamarudin Betay. Persija Star walau sudah berumur tetapi kemampuan mereka masih ada.

Setelah pertandingan eksebisi ini, langsung diadakan upacara pembukaan Persija Cup 2011 yang akan memperebutkan Piala Walikota Jakarta Pusat. Ferry Paulus sebagai Presiden Persija mempertegaskan bahwa adanya turnamen ini adalah untuk mencari bakat-bakat muda yang ada di internal Persija. “ Tujuan dari turnamen ini adalah sebagai ajang mencari pemain-pemain muda yang akan menjadi bintang dari internal Persija, terlebih lagi nanti akan ada pertandingan kompetisi U-21 dan U-19 yang akan berlangsung.” tegas Ferry Paulus di saat acara pembukaan.



Selain itu Bapak Walikota dalam sambutannya juga berharap, turnamen ini akan menjadi ajang pencarian bibit sepakbola terutama di lingkungan Jakarta Pusat. Seperti diketahui saat ini Persija jarang sekali mengambil pemain dari internalnya, di turnamen ini diharapakan oleh banyak pengurus Persija bisa menghasilkan pemain dari produk Persija sendiri.

Selain itu Persija Cup menjadi ajang silaturahmi dan membangun kembali semangat kekeluargaan khas Persija yang mulai memudar pada masa ini, “Persija harus kembali ke khitah” ungkap Benyamin Leo Betty, salah satu pengurus PS P.O.P yang juga panitia pelaksana turnamen dan mantan pemain Persija.



Upacara pembukaan ini juga diikuti oleh perwakilan dari klub-klub Persija yang ikut Persija Cup 2011, yang menarik hadirnya klub-klub Persija yang sempat dibekukan seperti PS Mahasiswa, MBFA FC dll juga ikut ambil serta dalam turnamen ini.



Turnamen ini berlangsung sebulan penuh dengan mengambil tempat turnamen di Lapangan Petak Sin Kian dan Lapangan Rawasari atau Lapangan Banteng. Turnamen ini juga menjadi ajang kesiapan klub-klub Persija yang nantinya juga akan berkompetisi di Kompetisi Persija yang akan berlangsung setahun penuh, dan tentunya sebagai sarana pembinaan dan sarana berkompetisi para pemain yang tergabung di klub-klub Persija.



Selebritis FC kalahkan Persija Star

Sebelumnya pertandingan Persija Star melawan Selebritis FC berlangsung sangat seru, Persija Star berisi mantan-mantan pemain Persija dan juga pengurus PT Persija Jaya Jakarta. Persija Star di babak pertama bermain dengan sangat baik, Peri Sandria mantan pemain nasional yang sekarang menjadi pelatih klub anggota Persija, PS Tunas Jaya masih menunjukan tajinya sebagai striker yang pernah merajai arena Galatama dan Liga Indonesia, lalu juga gerakan lincah dari Patar Tambunan dan Reva Dedy Utama masih bisa ditampilkan secara maksimal, Adityo Darmadi striker jempolan Persija di era 80an juga tampil padu dengan Peri Sandria, di sektor belakang Tonny Tanamal tidak terbantahkan lagi dan masih menunjukan kelasnya sebagai pemain bertahan yang elegan, begitu juga dengan Didik Darmadi dan Berti Tutuarima yang diplot sebagai kiper dadakan.



Selebritis FC yang juga banyak diisi oleh artis-artis dan juga mantan pemain Persija seperti Budi Tanoto dan Benyamin Leo Betty juga tampil bagus, tapi pada awal babak serangan-serangan Selebritis FC banyak patah di kaki Tonny Tanamal dan Didik Darmadi.

Baru pada babak kedua Selebritis FC bisa mencuri gol, bahkan bisa membuat Persija Star ketinggalan 0-2, di babak kedua penyerang explosive Kamarudin Betay masih menunjukan taji-nya, meliuk-liuk diantara pemain belakang Selebritis FC yang dikawal oleh Rendra Soedjono.

Kamarudin Betay menciptakan gol indah buat Persija Star dari tendangan bebas dan memperkecil ketinggalan Persija Star menjadi 1-2. Pada babak kedua ini, Walikota Jakarta Pusat, Bapak Saefullah juga turut bermain di tim Persija Star dan berhasil mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. tapi tidak berselang lama, Selebritis FC kembali unggul setelah pemainnya membobol gawang Persija Star yang masih dikawal Berti Tutuarima.

Hasil pertandingan ini berkesudahan 3-2 untuk Selebritis FC, nampak sekali di pertandingan ini para pemain Persija Star dan juga Selebriti FC bermain sangat santai, khusus untuk mantan-mantan pemain Persija, mereka masih bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Pertandingan eksebisi ini pun seperti ajang reuni kembali para mantan pemain Persija dari berbagai era,selain itu mereka juga bisa bernostalgia dengan klub-klub anggota Persija yang dulu mereka bela   di kompetisi Persija. Semangat kompak dan kekeluargaan ini yang coba kembali di bangun oleh Persija.

Pertandingan pembuka, PSAD berhasil kalahkan Pos Indonesia

Pertandingan pembuka Persija Cup 2011 antara PSAD melawan Pos Indonesia berjalan ketat dan keras, pertandingan babak pertama kedua kesebelasan saling jual beli serangan tetapi kesigapan lini belakang kedua tim memaksa kedua tim bermain seri pada babak pertama.



PSAD memang terlihat lebih mendominasi jalannya pertandingan, mereka terlihat bermain lebih rapi daripada Pos Indonesia, tetapi Pos Indonesia bukannya tanpa serangan, mereka juga berkali mengancam gawang PSAD yang dikawal oleh Ian Hardianto. PSAD juga diperkuat oleh Teuku Ariansyah yang juga pernah membela Persija U-18 diajang Piala Suratin.

Pada babak kedua PSAD berhasil mencuri gol yang dicetak oleh Galuh, bola crossing dari pemain sayap PSAD berhasil dimanfaatkan oleh Galuh yang tidak terkawal di depan gawang Pos Indonesia.

Setelah tertinggal, Pos Indonesia meningkatkan serangan, beberapa kali tendangan pemain Pos Indonesia membahayakan gawang PSAD, salah satunya membetur tiang.



Skor 1-0 untuk PSAD bertahan sampai babak kedua berakhir dan sekaaligus menutup rangkaian acara pembukaan Persija Cup 2011 yang selanjutnya akan digelar di lapangan Petak Sin Kian UMS dan Lapangan Arcici Rawasari atau Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. (GRY/JO)

Selasa, 20 September 2011

Kamis, Dejan Mulai Pimpin Latihan Persija


 
Pelatih asal Serbia Dejan Gluscevic akan mengawali kiprahnya bersama Persija mulai Rabu, 22 September 2011. Saat ini, Dejan masih harus mendampingi timnas U-14 Singapura berlaga di Korea Selatan.

Persija telah menjalani latihan perdana musim ini di Stadion Lebak Bulus, Jaksel, Senin, 19 September 2011. Namun latihan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan masih dipimpin oleh asisten pelatih Macan Kemayoran, Sudirman.
Menurut Sudirman, Dejan belum bisa segera mendampingi Persija. Sebab, Dejan baru tiba di Indonesia, Rabu, 21 September 2011. “Rencananya Dejan baru mulai memimpin latihan Persija, 22 September 2011,” kata Sudirman.
Dejan merupakan pelatih yang diproyeksikan mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Rahmad Darmawan. RD-sapaan akrab Rahmad-telah memutuskan untuk menangani timnas U-23. Bersama Macan Kemayoran, Dejan dikontrak selama 2 tahun.

Bambang Pamungkas Luncurkan Buku Otobiografi


Jakarta – Salah satu pemain terbaik yang pernah dilahirkan Indonesia, Bambang Pamungkas, membukukan kemampuannya yang lain yang bukan dengan kaki: menulis otobiografi.
Bertajuk Bepe20: Ketika Jemariku Menari, penyerang klub Persija Jakarta itu secara resmi meluncurkan buku karyanya itu di Kantor Redaksi Bola, Jln. Palmerah Selatan, Jakarta, Sabtu (16/4/2011), dihadiri wartawan dan puluhan penggemarnya.
Pada buku setebal 383 halaman itu Bepe — nama populernya — mengupas perjalanan kariernya, menjawab banyak pertanyaan yang belum diketahui publik, berbagi pandangan dan kritik seputar tim nasional, klub, hingga PSSI.
Menurut pria kelahiran Getas, Kebupaten Semarang, 10 Juni 1980 itu, salah satu alasannya membuat tulisan sendiri dan kemudian mempublikasikannya — bermula dari blog di tahun 2007 — adalah ia ingin masyarakat mengetahui pribadi dan pikiran-pikirannya secara langsung, tidak melulu dari media massa, yang dinilainya kerap bias.
“Saya ‘terpaksa’ menulis karena sering kali saya tidak puas dengan apa yang dikatakan media. Dengan menulis sendiri, tanpa diedit, saya ingin masyarakat bisa tahu kehidupan saya, dari awal sampai sekarang, sebagai pribadi maupun pemain sepakbola,” tutur Bepe.
“Dengan menuliskan apa-apa yang pernah saya alami dan sampaikan, saya bisa terus belajar, termovitasi untuk lebih baik lagi, dan agar saya senantiasa ‘menginjak bumi’.
“Saya juga ingin berbagi pengalaman dengan pemain-pemain lain termasuk untuk generasi setelah saya, bahwa misalnya, tidaklah gampang menjadi pemain timnas. Banyak tekanan ketika kita menjadi pemain timnas,” sambungnya.
Buku tersebut bersampul hitam dengan foto Bepe berpakaian jas gelap berdasi, sambil memegang bola.
Di bagian awal buku terdapat testimoni berbagai kalangann dan juga komentar via akun jejaring sosial Twitter, mulai dari pelatih, manajer, sesama pemain, sampai teman-teman dekatnya.
“There is only 1 MAN, 1 HERO, and 1 LEGEND … His name is … Bambang Pamungkas!” Demikian sebuah testimoni dari penyerang “baru” timnas Indonesia, Irfan Bachdim, di buku tersebut.
Garis besarnya buku Bepe terdiri tiga bagian, yaitu mengulas hal-hal seputar timnas, klub, dan umum. Di tengah-tengahnya disisipi kumpulan foto perjalanan hidup dan karier, serta foto artistik khusus yang dilakukan di dalam studio.
Yang tak kalah menarik, semua hasil penjualan buku akan disumbangkan Bepe kepada dua yayasan yang selama ini mendukung dia, yaitu syair.org (Syair Untuk Sahabat Foundation), serta Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, sebuah yayasan yang peduli pada anak yang hidup dengan kanker.
“Sebagai manusia kita punya tanggung jawab moral. Saya sempat bertanya pada diri sendiri, ‘saya cuma pemain bola, apa yang bisa saya lakukan?’ Kemudian saya diberitahu ada yayasan ini. Saya juga berharap, lebih banyak lagi orang yang tergerak hatinya untuk membantu saudara-saudara yang tidak seberuntung kita,” tutur bapak tiga anak dan suami Tribuana Tungga Dewi itu.
Saat ditanya alasan memakai kalimat “jemari menari” sebagai judul buku pertamanya itu — tulisan pertama Bepe adalah sebuah surat (terbuka) untuk The Jakmania di tahun 2004 –, dia menjawab:
“Menulis adalah sebuah ekspresi yang tidak memakai kaki, tapi tangan, dan dengan itu saya mengekspresikan pemikiran-pemikiran, pemahaman-pemahaman saya tentang sepakbola dan kehidupan saya.”
“Apa yang saya tuliskan ini adalah sebenar-benarnya, mencoba sangat jujur. Yang salah ya salah, yang bagus saya katakan bagus,” tutup pemilik 86 caps dan pengoleksi 39 gol untuk timnas Indonesia itu (termasuk ujicoba internasional).

ketika seorang legenda diragukan kemampuannya


“ …apa sih prestasi Bambang buat timnas Indonesia??? Gak ada…!!!” itulah komentar teman Saya di Facebook sewaktu mengomentari penampilan Bambang Pamungkas di Piala AFF 2010 Desember kemarin. Saya hanya tersenyum sambil mengelus dada saat melihat komentar teman saya yang merupakan seorang  supporter fanatik salah satu tim papan atas di liga primer Inggris ini. Mungkin jika ia berkata seperti itu di depan para “kaum ultras” Persija, Bisa dipastikan teman saya yang satu ini akan mendapat “tanda terima” dari teman teman “ultras” hehe.
 Bagi kalangan awam, Mendengar nama Bambang Pamungkas mungkin akan terlintas dipikiran mereka bahwa sekarang ini Bambang Pamungkas sudah kehilangan tajinya sebagai salah satu “goal getter” andalan Timnas Indonesia. Apalagi, Timnas Indonesia sudah kedatangan salah satu striker haus gol yang sudah beberapa kali dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak di liga Indonesia belakangan ini. Ya… dia adalah Christian Gonzales.
Kehadiran Christian Gonzales yang resmi menjadi wara Negara Indonesia pada pertengahan 2010 lalu, dan menjalani debutnya di piala AFF dengan mencetak gol ke gawang Malaysia pada pertandingan pertama penyisihan grup di Piala AFF 2010 lalu, membuat nama Bambang Pamungkas semakin tenggelam di dalam lumpur sindiran dan cacian para pendukung  Timnas yang selalu membanding bandingkan penampilan apik Christian Gonzales dengan Bambang Pamungkas.
Coba anda tanyakan bagaimana Bambang Pamungkas kepada mereka yang kenal atau yang sering melihat penampilan Bambang Pamungkas, khususnya para pendukung Persija. Mereka mungkin tidak akan berpikir panjang lagi dan menyebut Bambang Pamungkas adalah salah satu striker yang mempunyai skill mumpuni dan mempunyai intelijensi tinggi sebagai pesepak bola professional. Bagi saya, Bepe, panggilan akrab Bambang Pamungkas, bukan hanya sebagai striker yang haus gol dan mempunyai skill yang mumpuni, tetapi juga sebagai panutan atau teladan yang patut ditiru bagi para pesepakbola muda. Penampilannya yang tenang dan selalu sportif dilapangan membuat para lawan maupun kawan dilapangan hijau memberi respek kepadanya.

Silahkan anda menonton salah satu pertandingan kandang Persija di Gelora Bung Karno. Disana, khususnya di tribun utara anda akan menemukan berbagai banner dan bendera besar yang dibuat oleh para pendukung Persija yang berhubungan atau bergambar Bambang Pamungkas. Itu semua adalah salah satu bentuk kecintaan mereka terhadap Bepe. Dimata para pendukung persija, bepe juga merupakan salah seorang pemain yang loyal terhadap tim Persija. Bahkan,Bambang Pamungkas juga mengungkapkan di dalam bukunya bahwa ia merasa takut bertanding membela tim lain di Lebak Bulus melawan Persija. Bukan karena suporternya, tapi karena ia tak mampu membohongi dirinya kalau ia sangat mencintai Persija Jakarta. Dimata Bepe sendiri, cemoohan dan cacian tersebut merupakan bentuk rasa cinta mereka terhadap Pemain yang bertinggi tubuh 170 cm ini. Memang benar apa yang diucapkan oleh Bepe. semakin kita dicemooh dan diperdebatkan positif dan negatifnya, dengan sendirinya kita akan sadar bahwa keberadaan kita telah diakui oleh masyarakat.
Silahkan anda caci maki dan kubur Bambang Pamungkas dengan cacian anda tersebut. Bagi kami khususnya para pendukung Persija, Bambang pamungkas adalah seorang “the real living legend” yang memberi warna pada permainan Persija. Seorang pemimpin sejati dan kapten di lapangan. Seorang striker oportunis yang selalu menghasilkan gol. Seorang motivator bagi para pemain yang lain.
Tidak ada keraguan bagi kami untuk mengatakan bahwa Bambang Pamungkas adalah salah seorang striker terbaik di Indonesia. Like Irfan Bachdim said : “There is only 1 MAN, 1 HERO, and 1 LEGEND… His name is…. BAMBANG PAMUNGKAS!”